Info Manajemen Keuangan Syariah

Manajemen Keuangan Syariah

Manajemen keuangan syariah merupakan sebuah kegiatan manajerial dalam mengatur keuangan dengan memperhatikan kesesuaian pada prinsip syariah. Manajemen sendiri berarti bahwa sebuah proses perencanaan serta pengontrolan sumber daya guna mencapai sasaran atau goals dengan efektif dan efisien.

Manajemen Keuangan Syariah
Manajemen Keuangan Syariah

Ruang Lingkup Manajemen Keuangan Syariah

Terdapat beberapa hal yang perlu anda ketahui terkait keuangan yang berbasis syariah. Pertama yaitu aktivitas memperoleh dana. Hal tersebut memiliki arti bahwa setiap hal yang dilaksanakan sebagai upaya dalam rangka mendapatkan dana dengan memperhatikan cara-cara yang sesuai dengan konsep syariah seperti musyawarah mudharabah, murabahah, musyarokah, salam, ijarah, dan lain sebagainya.

Kedua yaitu aktivitas perolehan aktivitas. Hal ini memiliki maksud dalam hal untuk menginvestasikan uang juga harus memperhatikan prinsip uang sebagai alat tukar dan bukan sebagai komoditi yang didagangkan, yang bisa dilakukan secara langsung ataupun dengan lembaga intermediasi seperti bank syariah serta reksa dana syariah.

Yang selanjutnya yaitu terkait aktivitas penggunaan dana, adalah bahwa harta yang didapatkan digunakan untuk hal-hal yang diperbolehkan seperti membeli barang konsumtif dan sebagainya. Hal yang dianjurkan seperti wakaf, infak, serta shadaqah dan zakat.

Latar Belakang Serta Sejarah Manajemen Keuangan

Semenjak zaman Rasulullah SAW, manajemen keuangan telah ada serta beliau adalah yang pertama kali memperkenalkan konsep baru ke umat dan ke kepala negara dari berbagai negara. Seluruh kekayaan negara harus dikumpulkan terlebih dahulu yang kemudian dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan negara terkait.

Sumber dari APBN berasal dari zakat, kharaj, khumus, jizyah, serta yang lainnya seperti harta waris dan juga kaffarah. Tempat pengumpulan dana tersebut disebut bait al mal yang sewaktu pada masa Nabi SAW berlokasi di Masjid Nabawi. 

Untuk pemasukan negara yang sedikit disimpan dalam lembaga tersebut untuk jangka waktu yang pendek untuk kemudian didistribusikan semuanya bagi masyarakat secara luas. Dana-dana tersebut kemudian dialokasikan untuk menyebarkan pendidikan, kebudayaan, serta pengajaran agama islam.

Akan tetapi, penerimaan negara secara keseluruhan tidak tercatat dengan sempurna sebab terdapat beberapa alasan seperti jumlah orang yang membaca sangat minim, menulis, serta mengenal aritmatika sederhana. Sehingga dapat dikatakan bahwa pada zaman nabi telah terdapat cara manajemen keuangan syariah.

Dengan mengetahui latar belakang, sejarah, serta ruang lingkup dari manajemen keuangan secara syariah, diharapkan anda dapat mengatur keuangan anda secara syariah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *