Siapa Saja Bisa! Modal Mulai Sepuluh Ribu Untuk Investasi Online Syariah

Investasi Online Syariah

Investasi adalah hal penting yang harus kita cermati saat menghabiskan uang. Dengan investasi uang yang kita keluarkan tidak hanya habis untuk konsumsi, tapi akan terus bertambah dan berguna untuk masa depan kita nanti. Sebagai umat Islam, tentu kita harus memastikan investasi kita aman dari riba. Jangan khawatir, dua jenis investasi online syariah ini bisa jadi jawaban. Bukan hanya bebas riba, tapi juga ringan dan mudah dilakukan. 

Investasi reksadana syariah. 

Kalau dulu, para bos dan orang kaya yang bisa berinvestasi dengan saham dan obligasi. Kini siapa saja bisa , bahkan mahasiswa. Dengan investasi online syariah, kamu bisa membeli reksadana dengan modal Rp100.000 saja. Reksadana sendiri adalah kumpulan modal dari para investor yang dikelola oleh Manajer Investasi dalam bentuk deposito, saham atau obligasi. 

Image result for Investasi Online Syariah

Agar terhindar dari gharar (keragu-raguan), jangan membeli saham untuk dijual kembali secara cepat saat harganya naik. Lebih disarankan untuk berinvestasi agar mendapat deviden saham atau bagi hasil. 

Yang perlu dicermati saat berinvestasi reksadana adalah jenis investasinya. Kalau ingin berinvestasi dengan jangka pendek (1 tahun), reksadana pasar uang lebih cocok. Uang akan diputar untuk membeli deposito syariah dan kembalinya lebih cepat. Jika ingin berinvestasi dalam jangka panjang (di atas 5 tahun), saham lebih tepat. Pastikan juga dana yang kita tanamkan benar-benar dana yang tidak terpakai bukan dana operasional rumah tangga, misalnya. Karena sekali ditanamkan tidak bisa diambil sebelum jatuh tempo. 

Peer to peer lending. 

Perusahaan peer to peer (P2P) adalah perusahaan pengumpul dan penyalur modal kepada pengusaha kecil yang menjadi mitranya. Singkatnya mereka mempertemukan pemodal dengan pengusaha. Transaksi bisa dilakukan secara  online dan pemodal dapat mengikuti perkembangan usaha yang modalnya dari dashboard di situs perusahaan P2P atau dikirim via email. 

Kita ambil contoh www.fishby.id. Fishby mencari dan menyeleksi para peternak ikan di kawasan Subang Jawa Barat yang layak dimodali untuk proyek pembibitan dan pembesaran ikan. Fishby lalu menghimpun modal dari para investor melalui situs mereka. Investor bisa siapa saja asal memenuhi syarat dasar yang ditetapkan Fishby, dan nominal urun modal minimal Rp50.000 saja.  Modal yang terkumpul disalurkan pada pembudidaya ikan, dan Fishby mengawasi serta memonitor jalannya proyek. Laporan proyek dikirimkan via email pada para investor setiap dua minggu sekali. 

Saat proyek selesai dan laba telah didapat, investor akan mendapat bagi hasil sesuai jumlah yang telah disepakati. Akad syariah yang dipakai Fishby adalah mudharabah, dimana jika ada kerugian maka seluruh hasil penjualan akan dikembalikan ke investor. 

Perusahaan P2P lainnya adalah www.crowde.co yang menghubungkan pemodal dengan para petani dan peternak. Di Crowde tidak semua proyek berjalan dengan prinsip syariah. Jika ingin memakai akad sesuai kaidah Islam maka klik ikon ‘syariah’. Di Crowde kita dapat urun modal dengan nominal minimal Rp10.000. Iya, sepuluh ribu saja. Lebih murah dari semangkuk es kepal Milo. Lama proyek biasanya sekitar 30 hari. 

Nah, bagaimana? Sudah ada gambaran akan berinvestasi di platform yang mana? Baik reksadana maupun P2P sama-sama berpotensi menguntungkan dan juga sama-sama beresiko. Disarankan untuk membagi investasi online syariah ke dalam beberapa jenis platform untuk meminimalisir kerugian. Misalnya jika kamu berinvestasi dalam bentuk saham, beli saham di beberapa perusahaan dengan jumlah terbatas alih-alih membeli saham di satu perusahaan dengan jumlah besar. Selamat berinvestasi! 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *